Puisi Joko Pinurbo

Kompas, 5 Maret 2016.

 

Yang

Perjalanan nasib saya tak dapat dilepaskan

dari pesan-pesan indah yang dinaungi katayang.

Pesan ibu: Yang kauperlukan hanya tidur

yang cukup, pikiran yang jernih, dan hati yang pasrah.

Pesan hujan: Yang tumpah akan menjadi berkah.

Pesan jalan: Yang jauh akan tertempuh

asal kau sabar mengikutiku selangkah demi selangkah.

Dalam untung dan malang saya selalu teringat

pada kelembutan kata yang. Dan setiap memandang

kata yang, saya merindukan seorang ibu

yang sabar menuai hujan sepanjang jalan.

Berjalan bersama yang kadang memang

terasa lamban dan membosankan, lebih-lebih

jika hidupmu selalu diburu-buru oleh tujuan.

Kau dapat saja mengatakan, “Yang kauperlukan

hanya tidur cukup, pikiran jernih, dan hati pasrah.”

Kali lain, tanpa yang, perjalananmu terasa

garing dan tergesa. Karena itu, kau lebih suka bilang

“Aku berlindung pada matamu yang polos dan bibirmu

yang lugu dari godaan rindu yang menggebu”

ketimbang “Aku berlindung pada mata polos

dan bibir lugumu dari godaan rindu menggebu”.

Berjalanlah. Jika hatimu macet parah dan endasmu

mau pecah, berserahlah pada kelembutan kata yang.

Pesan ranjang: Yang dedel-duel dalam perjalanan

akan disembuhkan oleh tidur yang cantik dan ramah.

(Jokpin, 2016)

Pada Suatu

Guru Bahasa Indonesia saya pernah berkata,

“Kiamat tak akan ada selama kau masih dapat

mengucapkan pada suatu hari atau pada suatu ketika.”

Dengan pada suatu hari atau pada suatu ketika

engkau yang kacau dapat disusun kembali,

aku yang beku dapat mencair dan mengalir kembali.

Dalam pelajaran mengarang di sekolah

kau pasti pernah menggunakan pada suatu hari

dan pada suatu ketika. Begitu pun saya.

“Hidupmu lebih luas dari pada suatu hari

dan pada suatu ketika. Carilah pada suatu yang lain,”

pesan guru saya saat saya lulus dan berpamitan.

Pada suatu cium surga samar-samar terbuka;

maut tersipu, silau oleh cahaya matamu.

Pada suatu tidur bantal terpental, guling terguling,

dan di atas ranjang yang runtuh doaku utuh.

Pada suatu kenyang piring bersabda, “Nikmat apa lagi

yang kauminta bila lidahmu tak pernah bisa bahagia?”

Pada suatu syukur ada suara burung trilili

yang gemar bermain tralala sepanjang waktu

dan tak pernah bertanya, “Apakah kebahagiaan itu?”

Pada suatu mandi tak ada sumuk yang abadi.

(Jokpin, 2016)

Keluarga Puisi

Aku mendapat tugas mengarang dengan tema keluarga

bahagia. Aku siap melaksanakan tugas. Semoga guruku

yang baik dan benar dapat menikmati karanganku.

Ibu sedang mekar di ranjang,

harumnya tersebar ke seluruh kamar.

Ayah sedang berembus di beranda

dan aku masih menyala di atas meja.

Pagi-pagi ibu sudah mengepul di dapur,

ayah berderai di halaman,

dan aku masih gemercik di tempat tidur.

Kakek sudah menguning,

tak lama lagi akan terlepas dari ranting

dan menggelepar di pekarangan.

Nenek sudah hampir matang,

sudah bersiap meninggalkan dahan

dan terhempas di rumputan.

Guruku tersenyum misterius membaca tulisanku.

Ia memanggilku hanya untuk mengatakan bahwa aku

telah membuat karangan bagus tentang keluarga gaib.

(Jokpin, 2016)

Dihadapan Rahasiapa

– untuk Adimas Immanuel

Seorang penyair muda meninggalkan kotanya

dan pergi jauh ke kota impiannya. Foto dirinya

tersenyum manis di dinding kamarnya: “Hati-hati

di jalan. Jalanmu adalah sajak terpanjangmu.”

Di manakah kota impiannya tersembunyi?

Di sebuah surga yang hampir cantik macetnya

atau di sebuah hati yang belum ia temukan kodenya?

Ia tak mengerti sebab pergi adalah mencari.

Kadang ia bertanya, di hadapan siapa ia menulis.

Di hadapan kata-kata, itu pasti. Di hadapan

yang tak terucapkan kata-kata, itu lebih pasti.

Ia curiga, jangan-jangan jawab terbaik terselip

di senyum manis foto dirinya di dinding kamarnya.

Kata-kata datang dan pergi, meninggalkan bunyi,

menyisakan sunyi. Ketika jam berdentang

memukul waktu, ia teringat sebuah lagu keroncong

yang dinyanyikan seorang penyanyi Solo:

“Engkau mengalir sampai jauh, akhirnya ke aku.”

(Jokpin, 2016)

Lubang Kopi

Jam tiga pagi Waktu Indonesia Bagian Kopi

lampu tidur di matanya menyala kembali.

Hujan tinggal bekas dan kopi sudah menjadi miras.

Ia sedang jatuh cinta pada kantuknya

ketika dilihatnya lubang besar di layar komputernya.

Lubang kopi yang hitam menganga.

Kata-kata berjatuhan ke dalam lubang

dan tak kembali. Dan kembali sebagai sunyi.

Dari dalam lubang muncul seekor kucing

bermata cerlang dan manis. Kucing biru yang dulu

hilang di balik hujan dan ia hampir menangis.

Kucing itu terbuat dari kata kangen yang keluar

dari kamus, lalu masuk ke lubang sunyi

jam tiga pagi Waktu Indonesia Bagian Kopi.

(Jokpin, 2016)

Kenangan

Suatu saat kau akan jadi kenangan

bagi tukang cukurmu. Ia memangkas

rambutmu dengan sangat hati-hati

agar gunting cukurnya tidak melukai keluguanmu.

Suatu saat kau akan jadi kenangan

bagi tukang baksomu. Ia membuat

baksomu dengan sepenuh hati seakan-akan kau

mau menikmati jamuan terakhirmu.

Suatu saat kau akan jadi kenangan

bagi tukang fotomu. Ia memotretmu

dengan sangat cermat dan teliti agar mendapatkan

gambar terbaik tentang bukan-dirimu.

Suatu saat kau akan jadi kenangan

bagi tukang bencimu. Ia membencimu

dengan lebih untuk menunjukkan

bahwa ia mencintai dirinya sendiri dengan kurang.

(Jokpin, 2016)

Misal

Misalkan Aku datang ke rumahmu

dan kau sedang khusyuk berdoa,

akankah kau keluar dari doamu

dan membukakan pintu untukKu?

(Jokpin, 2016)

Joko Pinurbo alias Jokpin lahir di Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat; tinggal di Yogyakarta. Buku kumpulan puisinya antara lain Surat Kopi (2014) danSelamat Menunaikan Ibadah Puisi (akan terbit).

Trans-Jawa Makin Berwujud

Trans-Jawa Makin Berwujud

Pekan Depan Cikopo-Palimanan Sudah Bisa Dilewati

CIREBON, KOMPAS — Jalan Tol Cikopo- Palimanan, Jawa Barat, sepanjang 116,75 kilometer selesai dibangun. Kehadiran ruas Cikopo-Palimanan membuat impian menghadirkan Jalan Tol Trans-Jawa kian berwujud. Saat ini, dari Merak, Banten, ke Pejagan, Jawa Tengah, telah tersambung dengan jalan tol.

Foto aerial yang diambil dengan menggunakan drone menunjukkan simpang susun Kalijati, Kabupaten Subang, yang merupakan bagian dari Jalan Tol Cikopo-Palimanan, Sabtu (6/6). Tol Cikopo-Palimanan merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia, mencapai 116,75 kilometer.

Foto aerial yang diambil dengan menggunakan drone menunjukkan simpang susun Kalijati, Kabupaten Subang, yang merupakan bagian dari Jalan Tol Cikopo-Palimanan, Sabtu (6/6). Tol Cikopo-Palimanan merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia, mencapai 116,75 kilometer.

Kompas mendapat kesempatan menggunakan Jalan Tol Cikopo-Palimanan selama tiga hari. Tim menyusuri jalan tol yang melintasi lima kabupaten, yaitu Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka, dan Cirebon, itu pada siang dan malam hari. Konstruksi jalan sudah selesai. Ada ganjalan di awal, yakni setelah Gerbang Tol Cikopo, Purwakarta, berupa penguatan konstruksi jembatan sehingga kendaraan tim dialihkan ke jalur darurat dan jembatan bailey. Continue reading

Tagged , ,

Mengapa Tak Ada Nasi Goreng Enak di Hotel?

Rhenald Kasali

KOMPAS.com – Tentang hal ini saya punya lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Dan saya ingin para chef-lah yang menjawab. Mahasiswa studi perhotelan dan pemilik hotel juga boleh mereka-reka jawabannya.

Tapi poin-nya jelas. Sulit kita mendapatkan kuliner Nusantara yang benar-benar lezat di berbagai hotel. Jangankan rasanya, tampilannya saja seringkali membuat saya malu pada tamu saya. Kadang saya berpikir, kalau kita saja merasa janggal dengan tampilan dan rasanya, bagaimana pikiran wisatawan asing ya?

Sewaktu saya protes, sejumlah orang membantah hal itu terjadi di hotel miliknya. Tetapi begitu saya mencicipi hidangannya, ternyata sama saja. Kurang pas!

Untuk menyajikan kuliner Nusantara, mungkin mereka perlu mengubah haluan. Dari mencari chef yang berpengalaman memasak di kapal pesiar atau di restoran luar negeri kepada para chef lokal yang ada di berbagai warung di Nusantara ini.

Di sebuah hotel bintang lima di dekat Bundaran HI Jakarta pekan lalu, saya mengambil emping goreng yang baru dimasak. Bayangkan, goreng emping saja, mereka tidak tahu caranya. Masih keras sudah diangkat. Continue reading

Tagged ,

Mereka Cari Jalan, Bukan Cari Uang

Rhenald Kasali                                

KOMPAS.com — Duduk di depan saya dua perempuan muda. Mereka sarjana hukum lulusan UI. Wajah dan penampilannya dari kelas menengah, yang kalau dilihat dari luar punya kesempatan untuk “cepat kaya”, asal saja mereka mau bekerja di firma hukum papan atas yang sedang makmur, seperti impian sebagian kelas menengah yang memanjakan anak-anaknya.

Namun, keduanya memilih bergabung dalam satgas pemberantasan illegal fishing yang dipimpin aktivis senior Mas Achmad Santosa. Dari foto-foto yang ditayangkan presenter Najwa Shihab dalam program Mata Najwa, tampak mereka tengah menumpang sekoci kecil mendatangi kapal-kapal pencuri ikan. Dari Ambon, mereka menuju ke Tual, Benjina, dan pusat-pusat penangkapan ikan lainnya di Arafura.

Itu baru permulaan. Sebab, pencurian besar-besaran baru akan terjadi dua sampai tiga bulan ke depan. Mereka, para pencuri itu, datang dengan kapal yang lebih besar, bahkan mungkin dengan “tukang pukul” yang siap mendorong mereka ke laut menjadi mangsa ikan-ikan ganas. Continue reading

Tagged ,

Pemerintah Susun Tim Gabungan

Kompas 5 Mei 2015.

Pemerintah Susun Tim Gabungan

Anomali, Harga Beras Tinggi Saat Panen

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah membentuk tim gabungan untuk memantau gejolak harga beras di lapangan. Gejolak harga yang terjadi pada awal musim panen ini dinilai sebagai bentuk anomali. Pemerintah terus berupaya mengendalikan harga beras saat ini dengan sejumlah skenario.

Kompas/Totok WijayantoBuruh harian memasukkan beras ke dalam Gudang Sub Bulog Divre Indramayu di kawasan Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (29/4). Bulog terus menyerap beras dari petani untuk memenuhi target tahun ini sebesar 2,75 juta hingga 3 juta ton beras. Saat ini stok beras di gudang Bulog baru 470 ribu ton.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, data dari Kementerian Pertanian dan Perum Bulog perlu disinkronkan. Kedua lembaga itu memiliki informasi yang berbeda terkait harga beras di pasaran. Dari Menteri Pertanian, Kalla menerima informasi bahwa harga beras turun di banyak tempat. Pada saat yang bersamaan, Kalla juga menerima informasi bahwa ada kenaikan harga beras di sejumlah tempat. Continue reading

Tagged ,

Pengiriman PRT Dihentikan

Kompas 5 Mei 2015.

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah memutuskan menghentikan dan melarang penempatan tenaga kerja Indonesia pekerja rumah tangga ke 21 negara di kawasan Timur Tengah. Pemerintah juga memperketat pengiriman TKI PRT ke negara di Asia Pasifik.

“Konsekuensi dari penghentian dan pelarangan ini, semua pengiriman dan penempatan TKI PRT ke 21 negara Timur Tengah adalah terlarang dan masuk kategori tindak pidana perdagangan orang (human trafficking),” kata Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, di Jakarta, Senin (4/5).

Negara Timur Tengah (Timteng) itu adalah Aljazair, Arab Saudi, Bahrain, Iran, Irak, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Mauritania, Mesir, Oman, Pakistan, Palestina, dan Qatar. Selain itu, Sudan, Suriah, Tunisia, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Jordania. Continue reading

Tagged , ,

Obesitas dan Ancaman Ekonomi Global

Kompas 21 April 2015.

Obesitas kini menjadi masalah kesehatan publik yang lebih besar dibandingkan kelaparan. Lebih dari 2,1 miliar penduduk dunia atau hampir 30 persen dari populasi global mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Menurut Global Burden of Disease Study yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Inggris, The Lancet, jumlah itu hampir dua setengah kali jumlah orang dewasa dan anak-anak yang kekurangan gizi.

Obesitas menyumbang angka 5 persen penyebab kematian di seluruh dunia karena obesitas meningkatkan risiko penyakit diabetes, jantung, stroke, dan kanker. Pada 2010, kelebihan berat badan dan obesitas telah menyebabkan 3,4 juta orang meninggal.

Krisis ini tidak hanya merupakan tekanan besar bagi dunia kesehatan, tetapi juga merupakan ancaman bagi ekonomi global. Menurut penelitian terbaru McKinsey Global Institute (MGI), dampak obesitas terhadap ekonomi secara keseluruhan mencapai 2 triliun dollar AS per tahun atau sekitar 2,8 persen dari produk domestik bruto dunia. Ini setara dengan kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh kebiasaan merokok atau kekerasan bersenjata, perang, dan terorisme (How the world could better fight obesity, McKinsey & Company, November 2014). Continue reading

Tagged

Biaya Haji 2015 Turun

Kompas 13 April 2015.

Biaya Haji 2015 Turun

Meski Lebih Murah 502 Dollar AS, Pelayanan Diharapkan Meningkat

JAKARTA, KOMPAS — Biaya penyelenggaraan ibadah haji 2015 ditetapkan turun dari 3.219 dollar AS (sekitar Rp 41,455 juta) menjadi 2.717 dollar AS (Rp 34,9 juta). Namun, karena kurs rupiah terhadap dollar AS melemah dari sebelumnya, biayanya dalam bentuk rupiah relatif tetap, yakni Rp 33,799 juta, dengan asumsi nilai tukar Rp 12.500 per dollar AS.

Mennteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kanan), didampingi Inspektur Jenderal Kemenag M Jasin (kiri), mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Rabu (22/4), di Jakarta. Pemerintah dan DPR sepakat menurunkan biaya perjalanan ibadah haji 2015 atau 1436 H menjadi 2.717 dollar AS atau Rp 34,9 juta per orang.

Mennteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kanan), didampingi Inspektur Jenderal Kemenag M Jasin (kiri), mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Rabu (22/4), di Jakarta. Pemerintah dan DPR sepakat menurunkan biaya perjalanan ibadah haji 2015 atau 1436 H menjadi 2.717 dollar AS atau Rp 34,9 juta per orang.

eski menurun 502 dollar AS atau sekitar Rp 6,4 juta, Ketua Panitia Kerja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid berharap, pelayanan pemerintah sebagai penyelenggara ibadah haji tetap ditingkatkan.

Penurunan BPIH ditetapkan dalam rapat pleno Komisi VIII DPR dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/4). Continue reading

Tagged , , , ,

RI Dorong Reformasi PBB

Kompas 23 April 2015.

RI Dorong Reformasi PBB

Jokowi: Dunia Masih Berutang kepada Rakyat Palestina

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah Indonesia mengkritik peran Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melemah dan tidak berdaya mencegah konflik bersenjata di sejumlah negara. Presiden Joko Widodo mendesak reformasi di lembaga tersebut agar dapat berperan maksimal sebagai organisasi yang memperjuangkan perdamaian dunia.

Presiden Joko Widodo bersama kepala negara atau pemerintahan peserta Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika di sela-sela sesi foto bersama di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (22/4). Konferensi tingkat tinggi yang dihadiri 107 pejabat tinggi negara-negara Asia Afrika ini resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo bersama kepala negara atau pemerintahan peserta Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika di sela-sela sesi foto bersama di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (22/4). Konferensi tingkat tinggi yang dihadiri 107 pejabat tinggi negara-negara Asia Afrika ini resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

”Ketika sekelompok orang kaya berpikir mereka bisa mengubah dunia dengan menggunakan kekuatannya, hal itu memicu ketidakadilan global yang jelas- jelas membawa penderitaan. Pada saat itu, PBB tampak tak berdaya,” kata Presiden Joko Widodo, membuka pertemuan puncak Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika di Jakarta Convention Center, Rabu (22/4).

Presiden menambahkan, kenyataan ini diperparah adanya kekerasan bersenjata tanpa mandat dari PBB. Karena itu, negara-negara Asia dan Afrika menuntut reformasi lembaga PBB. Continue reading

Tagged , ,

Investasi Pulau Terlalu Dini

kompas 20 April 2015.

Kegiatan Harus Berdayakan Masyarakat

JAKARTA, KOMPAS — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti belum mengetahui rencana penawaran 100 pulau kecil di Indonesia untuk keperluan investasi. Investasi pulau kecil oleh investor perlu ditelaah. Regulasi terkait investasi pulau-pulau kecil pun harus disiapkan.

“Terlalu dini kita bilang mau sewakan pulau. Masih banyak regulasi yang harus disiapkan,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Jakarta, akhir pekan lalu. Ia menambahkan masih banyak hal yang harus dibenahi dan ditelaah terkait investasi pulau-pulau kecil. Misalnya, pemanfaatan pulau-pulau kecil harus menjamin keberlanjutan sumber daya ikan dan kemakmuran masyarakat.

Sebelumnya, Direktur Pendayagunaan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rido Batubara mengatakan bahwa pendataan 100 pulau kecil yang akan ditawarkan untuk investasi paling lambat akhir 2015. Investasi pulau-pulau kecil dan sekitarnya diharapkan mendorong penerimaan negara, meningkatkan pembangunan ekonomi wilayah, dan penyerapan tenaga kerja (Kompas, 17/4). Continue reading

Tagged ,